
Pengabdiannya yang tulus selama belasan tahun melayanai masyarakat berbuah manis. Kader sehat Baznas itu terpilih menjadi salah satu kader sehat terbaik tingkat propinsi Jawa Barat
Sunggingan senyum ibu muda itu merekah sambil menyapa ramah para mustahiq saat dijumpai di sela-sela aktivitasnya membantu program Unit Kesehatan Keliling (UKK) BAZNAS pada akhir Mei lalu di desa Cibitung, Kecamatan Sukaraja, Kabaupaten Bogor, Jawa Barat . Puluhan mustahiq yang riuh rendah berdesak-desakan meminta pelayanan dokter dan obat gratis dilayaninya dengan cekatan dan sabar. “Sabar ya Bu, semuanya kebagian ujarnya,” sambil terus membagi obat berdasarkan resep dokter bersama beberapa kader sehat BAZNAS lainnya.
Ibu muda itu bernama, Khadijah (35 tahun), kader posyandu di kecamatan Sukaraja yang sejak 2006 lalu juga menjadi kader sehat BAZNAS. Rumahnya yang sederhana pun dibuat menjadi sentra kesehatan Baznas untuk wilayah kecamatan Sukaraja, kabupaten Bogor. Pada 2008 lalu ia terpilih menjadi kader sehat terbaik untuk tingkat Kecamatan Sukaraja yang kemudin terpilih untuk mewakili kabupaten Bogor menjadi salah satu kader sehat dan kader posyandu terbaik tingkat propinsi Jawa Barat. “Alhamdulilah, saya diberikan selamat langsung oleh bapak dan Ibu Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan,” katanya gembira ketika diwawancara oleh tim BAZNAS. “Sayang, saya hanya menjadi juara harapan untuk tingkat Nasional, semoga untuk tahun mendatang bisa jauh lebih baik lagi,” harapnya
Pengabdian keluarga membawa berkah
Penghargaan itu bukan tanpa alasan. ”Saya sudah menjadi relawan kader posyandu sejak sekitar 15 tahun lalu,” jelas ibu dari tiga putra ini. Khadijah tidak berasal dari keluarga yang kaya raya. Ia hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang bersuamikan Suminta, pekerja di pabrik penggilingan singkong di wilayah setempat. “Kami juga menambah penghasilan sebagai petani penggarap di kebun singkong dengan konsep bagi hasil,” jelas Khadijah.
Pun demikian, dengan kegigihannya memberikan kesadaran tentang pentingnya kesehatan masyarakat Allah SWT ternyata memberikan keberkahan tersendiri bagi diri dan keluarganya. “Alhamdulillah, ketiga putra-putri kami selalu berprestasi di sekolah,” jelasnya bangga. Si sulung, Irhamullah (18) maupun adiknya Rosmalia (11 ) selalu menempati peringkat I di sekolah mereka. Si bungsu Muhammad Jaaludi (5) bahkan sudah dapat membaca. “Ya, walaupun kami bukan keluarga yang memiliki harta berlebih, keberkahan seperti ini sudah cukup membahagiakan kami,” jelas ibu yang biasa dipanggil Ijah ini.
Kedermawanan dalam mendermakan ilmu dan melayani masyarakat tak hanya dilakukan oleh sang Ibu namum juga anggota keluarga lainnya. Sang putra sulung, Irhamullah, bahu membahu bersama beberapa relawan lain juga aktif membantu program Rumah Pintar BAZNAS bekerjasama dengan Unit Salur Zakat (USZ) Yayasan Insan Madani Sejahtera(YIMS) di kota Bogor dalam memberikan les komputer secara gratis kepada siswa-siswi maupun masyarakat umum.
Menurut koordinator YIMS Isnaini Hasan, ketekunan Irham mengajarkan komputer kini sudah membuahkan hasil. “Alhamdulillah bulan ini kami sudah berhasil meluluskan peserta kursus gratis tingkat pertama,” jelasnya. Irhamullah berharap semoga pada masa mendatang jumlah unit komputer yang ada dapat ditambah. “Supaya semakin banyak lagi orang yang bisa mengoperasikan komputer,” harapnya.. Subhanallah, niatan yang sungguh mulia.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Ketika ditanya tentang harapannya ke depan, Khadijah mengatakan hal penting yang perlu menjadi perhatian khusus bagi warga di sekitar kecamatan Sukaraja adalah peningkatan kesadaran untuk hidup bersih dan sehat. “Istilah kami PHBS, seperti kemauan untuk buang air di jamban, mengkonsumsi makanan bersih dan sehat dan tidak merokok di dalam rumah,” urainya. Kesadaran seperti ini yang diakuinya masih kurang dimiliki oleh warga sekitar. “Maklumlah tingkat pengetahuan masyarakat yang minim tentang kesehatan, membuat mereka kurang sadar akan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya mahfum.
Untuk itu ke depan, Khadijah berharap BAZNAS dapat terus menfasilitas penyuluhan kesehatan dan pengobatan rutin tiap bulan melalui program Indonesia Sehat. Selain itu ia juga berharap semoga ada muzakki yang mau berkontribusi dalam program pembuatan jamban di kampungnya tersebut. Selain itu, rendahnya tingkat ekonomi warga sekitar membuat banyak anak-anak warga yang tidak mampu meneruskan sekolah. “Semoga program Indonesia Cerdas BAZNAS dengan beasiswanya dapat juga kami rasakan pada masa mendatang,” harapnya menuntup perbincangan dengan BAZNAS.
Insya Allah, dengan semakin banyaknya profil relawan seperti ibu Khadijah, maka pembangunan umat yang dicitakan BAZNAS melalui dana zakat, Infaq dan Shadaqah dapat secara perlahan namun pasti terwujud pada masa mendatang. Amiin. (ful) |