Membentengi anak terhadap media digital sangat lah penting. Mengingat saat ini dunia maya begitu dekat dengan remaja yang menjadi generasi harapan. Merebaknya kasus video porno di Negeri ini membuat BAZNAS ikut peduli terhadap akhlak anak bangsa ini.
Bertempat di gedung Menza kawasan SMUN 68 Jakarta Pusat, BAZNAS bekerjsama dengan Yayasan Buah Hati dan SMUN 68 Jakarta menggelar workshop Parenting untuk para guru dan wali murid kelas 1 SMUN 68 Jakarta.
Acara yang berlangsung Selasa, 20 Juli 2010 selain dihadiri ketua umum BAZNAS, Didin Hafidhuddin juga hadir sebagai pembicara utama yaitu Elly Risman.
Dalam sambutannya, Didin Hafidhuddin menjelaskan bahwa zakat juga punya peran dalam hal pendidikan. Salah satunya yaitu kepedulian BAZNAS terhadap nasib remaja sekarang dengan menggelar workshop parenting dengan tujuan menyadarkan orang tua agar lebih berhati-hati dalam melihat dampak negatif dari media elektronik dan cetak yang banyak di akses anak.
Dengan tema Upaya membentengi Anak dari dampak media digital, Elly menyampaikan hasil survey nya terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari media saat ini seperti internet, game, film, handphone, televisi dan yang lainnya.
Menurut Elly Risman dampak negatif dari media digital lebih banyak daripada dampak positifnya. Bahkan, Elly berulang kali menekankan kepada para peserta yang hadir agar dapat memantau perkembangan anaknya karena media saat ini sudah banyak mengandung unsur pornografi.
“Orang tua wajib melek tekhnologi agar bisa memberikan pendidikan dan pengajaran yang efektif kepada anaknya. Pornografi sudah banyak dikonsumsi anak sekolah sejak usia Sekolah Dasar (SD). Yang bisa kita lakukan adalah memaksimalkan peran orang tua dalam mengawasi anak kita” ungkap Elly bersemangat.
Suasana haru pun menyelimuti gedung tempat acara berlangsung. Beberapa guru dan orang tua murid yang hadir menitikkan air mata mendengar pemaparan Psikolog Elly Risman mengenai penyebaran pornografi di era digital yang menyerang anak-anak kelas 4,5,dan 6 SD.
“ Kita sekarang banyak bicara mengenai dampak negatif yang menyerang anak usia SD. Kalau saat SD nya saja sudah parah, bagaimana jika sudah sampai SMA? Tanya Elly pada peserta yang hadir.
Maka wajar, kalau industri pornografi cepat merebak di negeri ini. Selain karena virusnya sudah menyebar sejak dini, peran orang tua pun dinilai kurang maksimal dalam memantau perkembangan anaknya.
“ Mungkin di antara kita banyak yang tidak tahu kepada siapa saja anak kita bergaul. Dan , orang tua terus memfasilitasi semua keinginan anak kita tanpa mengontrol lebih jauh dampak negatifnya. Mulailah berhati-hati sekarang. Anak kita masa depan kita juga” pungkas Elly.
syaiful anwar
Tulis Komentar