Pemberdayaan masyarakat tak mesti menunggu program pemerintah. Yayasan Batasa yang berlokasi di Kampung Citaman, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor sejak tahun 2001 sudah memulai berbagai program untuk membantu masyarakat sekitar.
Dengan lahan seluas 26.000 m2 atau 2,6 ha, Yayasan Batasa mengembangkan lahan untuk pelatihan bagi masyarakat kurang mampu. Guna mendukung kegiatan tersebut di atas lahan yang sangat berpotensi untuk pengembangan pertanian dan ternak domba itu telah didirikan bangunan Balai Latihan Kerja (BLK), Balai Pengobatan “Keluarga” Amanah Batasa, Mess karyawan pertanian, serta bangunan PadepokanTangki.
Menurut petugas harian Yayasan Batasa, Hendra Syaifullah, untuk membantu masyarakat sekitar desa Tangkil, tak cukup hanya dengan mengandalkan pengolahan lahan secara pertanian saja. Agar lebih cepat menghasilkan uang, potensi ternak domba bisa dijadikan alternatif agar masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi bisa terbantu dengan cepat.
Meski pada awalnya, Yayasan Batasa memberdayakan masyarakat kurang mampu dengan melatih mereka pada Balai Latihan Kerja (BLK). Diharapkan dengan pelatihan ini masyarakat bisa mengembangkan kemampuan yang sudah diperoleh.
Program pertanian ini sebagai salah satu tempat pemagangan, pelatihan, dan pengembangan kemampuan di bidang agribisnis. Selain itu kegiatan ini juga diupayakan agar produktif dimana keuntungannya kemudian dapat digunakan untuk menopang kebutuhan pembiayaan yayasan dan di salurkan ke berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Meski berskala kecil. kegiatan ini juga telah mampu menyerap beberapa tenaga penduduk setempat.
Program pertanian yang dikembangkan saat ini adalah budidaya pertanian yang memiliki jangka waktu panen per tiga bulan. Pertimbangan teknisnya adalah pada luas lahan yang relatif terbatas sehingga diperlukan siklus musim tanam dan musim panen dengan frekuensi yang tinggi yang dapat memberikan pencapaian keuntungan yang optimal.
Beberapa komoditas pertanian yang sedang dikembangkan adalah : pisang, talas, jambu klutuk, pepaya, cabe, tomat, pisang, durian Bangkok, sukun, dan melinjo. Jenis komoditas yang dikembangkan dapat berubah disesuaikan dengan kondisi pasar dan produksi.
Selanjutnya dikatakan Hendra untuk menunjang ekonomi masyarakat sekitar desa Tangkil, saat ini Yayasan Batasa bekerjasama dengan BAZNAS akan mengembangkan ternak domba. “ Dengan adanya kerjasama dengan BAZNAS, kami berharap bisa mengembangkan ternak domba yang saat ini masih sedikit. Selain bisa memberdayakan ekonomi masyarakat, hasil pengembangan ternak domba ini bisa membantu usaha kecil masyarakat di sini “ ungkap Hendra. Syaiful Anwar
Tulis Komentar