Ketua Umum BAZNAS dinobatkan sebagai Tokoh Syariah 2010 - INDAHNYA BERBAGI BERKAH KARUNIA - Orphan Camp Baznas - Gedung Sekolah pun Jadi Camp Pengungsian - Pakistan Butuh Tenaga Medis - Relawan Indonesia Mulai Datang ke Pakistan - Indonesia Care For Pakistan - Sahur On the Road - Bagikan Kurma untuk Buka Puasa - Meneg BUMN : Berzakat Melalui Baznas tepat sasaran -
DESA TERNAK MAKMUR CIMANDE
14 June 2010

Berita Baznas

Desa Ciamande, Caringin Kabupaten Bogor bukan hanya terkenal dengan pencak silat dan ahli patah tulang saja. Tapi sekarang desa Cimande akan dijadikan sentra ternak domba terbesar di Jawa Barat. Obsesi itu muncul dari Haji Bunyamin yang diamanahkan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) untuk mengolah 520 bibit domba.

Untuk mewujudkan obsesi itu pria kelahiran Cianjur, Jawa Barat, 2 Mei 1956 memberi kesempatan warga memelihara enam ekor domba. Bila sudah cukup umur, lima domba diambil oleh Bunyamin, dan satu ekor lagi menjadi milik warga. "Mereka boleh memilih domba yang mereka sukai sehingga usaha ini menjadi milik bersama dan untuk kemajuan bersama, " ujar Bunyamin yang ditemui di kediamannya yang asri Kamis ( 10/6).

Dengan  lahan sebesar 3.414 m2  yang terdiri dari bangunan kandang seluas 270 m2 dan mess karyawan seluas 75 m2, bisa menampung 520 bibit domba parahyangan. Menurut Bunyamin, dari 520 bibit kambing yang diberikan BAZNAS pada tahap awal sejak 2008, dapat berpotensi menghasilkan laba bersih sebesar Rp325.000,00 per ekor domba sehingga hasilnya bisa dibagikan kepada 120 orang mustahiq zakat ditambah 12 orang pekerja di sentral ternak yang juga merupakan mustahiq zakat.

“ Uang zakat yang dikelola BAZNAS melalui ternak kambing ini Insyaallah bisa lebih produktif dan sangat membantu para warga miskin disekitar Cimande. Selain itu, kedepan saya berharap, keuntungan dari ternak kambing ini akan di gunakan untuk program pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin sekitar Cimande” ungkap Bunyamin.
Mengingat prospek ternak kambing  yang sangat menjanjikan,  Bunyamin berkeinginan ingin membuat diklat untuk warga sekitar agar warga bisa diberi pengetahuan dan wawasan tentang tata cara beternak kambing yang baik. Sehingga, kedepan, setiap warga yang sudah dibekali ilmu dan pengetahuan lewat diklat tersebut dapat menjalankan bisnis ternak kambing ini dirumahnya masing-masing.

Kambing di sini menurut Bunyamin tidak asal pelihara. Setiap pekan, kambing selalu di mandikan dan setiap bulan, bulu-bulu kambing yang sudah panjang di cukur agar kambing tetap bersih. Maka tak heran, jika melihat kandang kambing di desa ternak Cimande ini, hidung kita tidak menyengat bau kambing.

Banyaknya pepohonan sekitar area kandang kambing itu membuat udara semakin sejuk. Memang , untuk memaksimalkan lahan, Bunyamin menjadikan areal sekitar peternakan dikelilingi oleh lahan kebun singkong dan padang rumput yang dibudidayakan dan dikelola sempurna sebagai pakan bagi “penghuni” peternakan.

Untuk memenuhi kebutuhan pakan domba-dombanya, Bunyamin masih harus mencari rumput ke kawasan lain di sekitar Cimande. Tapi, saat musim kemarau lokasi tempat pengambilan rumput semakin jauh, sehingga harus menambah beban transportasi. Setidaknya, dalam sehari, 120 karung rumput harus disediakan untuk semua dombanya, yang diberi makan sebanyak dua kali, pagi dan sore.

Di lokasi tersebut terlihat areal kandang yang terintegrasi menjadi 2 usaha ternak yaitu usaha pembibitan dan penggemukkan domba. Kandang pertama, terdiri dari  bibit domba garut dan domba ekor tipis (DET) unggul dan berkualitas yang dijadikan sebagai bibit pejantan dalam pembibitan. Kandang kedua terdapat ratusan ekor domba untuk digemukkan untuk keperluan konsumsi rutin, aqiqah, qurban ataupun untuk bakalan domba. Sedangkan kandang ketiga adalah kandang pembibitan.

Saat ini Bunyamin sedang menyiapkan kandang untuk anak-anak kambing yang  sudah hampir setiap bulan lebih dari 30 ekor hari. “ Agar perkembangannya maksimal, harus ditambah 1 kandang lagi khusus anak-anak kambing yang baru lahir mengingat  hampir tiap bulan lahir lebih dari 30 ekor anak kambing di sini” ujar Bunyamin.

Banyak pelajaran yang bisa dikembangkan usai mengunjungi desa ternak makmur itu. Setidaknya, pengolahan kambing yang dilakukan Haji Bunyamin bisa dijadikan contoh sehingga masyarakat sekitar bisa merasakan manfaat dari program yang telah digulirkan BAZNAS sejak 2008 lalu.      Syaiful Anwar


Tulis Komentar

Hanya tag <b>, <i>, <u>, <s> yang diperbolehkan. Untuk menulis url gunakan "http://"

Go top

Home -> Detail
Layanan Muzaki
Layananan Muzaki

Info BAZNAS
Info BAZNAS

 
Ketua Umum BAZNAS dinobatkan sebagai Tokoh ...
INDAHNYA BERBAGI BERKAH KARUNIA ...
Orphan Camp Baznas ...
Gedung Sekolah pun Jadi Camp Pengungsian ...
Pakistan Butuh Tenaga Medis ...
Relawan Indonesia Mulai Datang ke Pakistan ...
Indonesia Care For Pakistan ...
Sahur On the Road ...
Bagikan Kurma untuk Buka Puasa ...
Meneg BUMN : Berzakat Melalui Baznas ...
Telkomsel Salurkan Infaqnya ke BAZNAS ...
Santunan bikin Anak Yatim Tersenyum ...
Harapan untuk Anak Aceh ...
KAMPANYEKAN ZAKAT SEBELUM RAMADHAN ...
Bentengi Anak dari dampak Pornografi ...
Wujudkan Cita-Cita Anak Korban Tsunami ...
Rumah Pintar Pijoengan Bikin Petani Lebih ...
Index Berita
 
 
 
PPI dan KMII Jepang untuk ...
KECERDASAN ITU ADA PADA ZAKAT ...
JAMAAH BONA INDAH SALURKAN DANA ...
SOLIDARITAS UMAT. Oleh: KH. Didin ...
Anggota Kabinet yang Kritis. Oleh: ...
BAYI-BAYI CACAT YANG TERLANTAR: TITIPAN ...
RUMAH SEHAT SUNDA KELAPA JAJAKI ...
BAZNAS LUNCURKAN PROGRAM "KASIH UNTUK ...
KEUTAMAAN RAMADHAN ...
Bahagia Memberi Arti ...
Kader Sehat Teladan BAZNAS ...
KISAH IBU MULYANI: TAK PUTUS ...
SEPTI SAYANG, CEPAT SEMBUH YA ...
SAMBUTAN MENTERI AGAMA RI PADA ...
PENGARAHAN MENTERI AGAMA RI PADA ...
PEMBANGUNAN EKONOMI UMAT BERBASIS ZAKAT ...
RELAWAN JUGA MANUSIA ...
Index Berita
 


Anda Kesulitan Menghitung Zakat?
Klik Disini