BOGOR -- Keceriaan anak-anak yatim terpancar dari raut wajahnya yang polos saat ditemui Rabu (26/5) di Rumah Pintar BAZNAS yang dikonsep menjadi Pondok Yatim Menulis. Berlokasi di kaki Gunung Salak, dengan alamat Situ Taman, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, membuat Rumah Pintar BAZNAS ini menjadi betah bagi anak-anak yang belajar di sana.
Anak-anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP ini sedang shooting untuk sebuah program acara di salah satu televisi swasta. Dengan alunan suara seadanya dan alat musik yang terbuat dari barang-barang bekas, musik yang mereka dendangkan sepolos wajah mereka.
Pondok Yatim Menulis yang dibina langsung oleh Rumah Pintar BAZNAS ini didirikan sejak Februari 2010 merupakan sarana komplemen dari pendidikan formal. Dengan area seluas 500 m2, dan hamparan danau seluas 1,5 hektar, Pondok Yatim Menulis melakukan kegiatan usai jam sekolah dan melibatkan anak yatim dan dhuafa di wilayah Desa Tamansari dan sekitarnya.
Menurut Pembina Pondok Yatim Menulis, Baban Sarbana, saat ini dari total anggota 63 orang dengan rentang usia 2 sampai 20 tahun, sudah 50 orang terbantu biaya pendidikannya oleh beasiswa yang di gulirkan BAZNAS awal Mei lalu. Target jangka panjang kami, menurut Baban yaitu mencetak anak-anak yang mustahik kedepannya menjadi muzakki.
Karenanya, dengan keterbatasan bangunan fisik, Pondok Yatim Menulis bukanlah tempat tinggal bagi anak yatim, tetapi merupakan pusat kegiatan anak yatim yang kegiatannya dilakukan mingguan. Dalam kesehariannya, Rumah Pintar ini menekankan program menulis kepada seluruh anggotanya.
Menulis memang menjadi kemampuan dasar yang akan diberikan kepada anggota Pondok Yatim Menulis. “ Menulis merupakan keterampilan hidup yang bisa membantu seseorang untuk mandiri, baik dari sisi pemikiran maupun kehidupan secara umum. Selain itu menulis pun kini terkait dengan penguasaan teknologi. Karenanya program utama yang sedang digulirkan kami yaitu YATIM ON-LINE” jelas Baban.
Masih menurut Baban, saat ini anggota Pondok Yatim Menulis yang sudah duduk di SMP dan SMA sedang diajarkan untuk membuat blog serta mengelola www.pondokyatimmenulis.com dan www.yatim.tv serta menjual produk kreativitas dan inovasi-nya dengan cara online. Mereka mendokumentasikan seluruh aktivitas kegiatannya secara online dan berkomunikasi dengan dunia secara online.
“ Yatim On-line memungkinkan anak yatim distimulus dengan berbagai kegiatan yang dapat memberikan experiental learning, dan mencerna pengalaman itu untuk dijadikan lifeskill. Oleh karena itulah, berbagai kegiatan dilakukan sesuai dengan rentang usia mereka “ pungkas Baban
Tulis Komentar