
Padang, 8 Oktober 2009. PT PERTANI, BUMN PEDULI dan BAZNAS menyalurkan 12 ton beras ke para korban gempa di Pelosok Sumbar. Luasnya cakupan bencana hingga pelosok Sumatra Barat membuat banyak wilayah belum tersentuh bantuan. Mengingat kendala tersebut, PT PERTANI yang tergabung dalam komunitas BUMN PEDULI bersama-sama dengan BAZNAS menyalurkan bantuan ke korban-korban di pelosok daerah tersebut. Wilayahnya mencakup Sicincin, Koto Buru Hilir, Padang Pulir Koto Buru, Nagari Gasan, Korong Duku, Padang Golo, dusun Landih, dusun Sato, Kurai Taji, Sungai Lima, Desa Sungai Kasai di Pariaman Selatan.
Beberapa beberapa korban yang dijumpai merasa amat tertolong dengan bantuan langsung ke lokasi bencana seperti yang dilakukan BAZNAS bersama mitranya. ”Alhamdulillah, berkat bantuan yang diberikan BAZNAS kami tidak sampai kelaparan,” ujar Alwi, wali Nagari Sicincin. Menurutnya, hingga lebih dari sepekan pasca bencana mereka belum mendapatkan bantuan dari instansi terkait..
Pendapat serupa juga dikemukankan oleh Taufik koordinator posko BAZNAS di Kurai Taji, Pariaman Selatan maupun Cucu di desa Sungai Limau. ”Alhamdulillah BAZNAS datang memberikan bantuan, selama ini baru bantuan dari kelompok-kelompok pribadi saja, dan kebanyakan hanya berupa Indomie yang akhirnya berdampak kurang baik bagi terus dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang tua,” jelas Taufik. Hal yang diamini oleh Cucu yang mengatakan hingga saat ini bantuan dair pemerintah belum sampai ke lokasi. ”Kami juga sangat membutuhkan terpal karena banyak anak-anak dan orang tua yang mulai terserang sakit karena sering tidur di luar,” jelasnya.
Sekolah Darurat dan Mobil Pintar
Para korban juga berharap BAZNAS maupun donatur lainnya dapat membantu rehabilitasi fasilitas umum di wilayah bencana termasuk sekolah-sekolah SD maupun SMU. Menanggapi keluhan para korban, Budi Setiawan mengatakan bahwa BAZNAS dalam dua pekan ke depan akan mendirikan sekolah-sekolah dengan tenda-tenda darurat. ”Kami juga bekerjasama dengan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) akan mengerahkan mobil pintar sebagai perpustakaan keliling untuk meunjang pendirian sekolah darurat tersebut.” Menurutnya, untuk tahap awal BAZNAS sedang menjajaki untuk pendirian sekolah darurat di tiga lokasi yaitu Lubuk Alung, Gasan Gacang dan Sungai Limau di kabupaten Padang Pariaman. ”Bantuan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) berupa logistik seperti terpal, tenda pleton dan jenset untuk sekolah-sekolah darurat tersebut dari berbagai pihak maupun dalam bentuk dana sangat kami harapkan,” jelasnya. Budi optimis jika sinergi bantuan dapat diberikan
BAZNAS menerima bantuan berupa bahan pangan dan sandang melalui posko yang ada di lokasi maupun bantuan dana yang dapat disalurkan melalui rekening-rekening atas nama Badan Amil Zakat Nasional di:
1. BCA Cabang Kwitang di no. 6860-148-577 2. BNI Syariah Prima Cabang Jakarta di no. 009-577 7779 3. BRI Syariah Cabang Mampang di no. 311-631-477 4. Bank Syariah Mandiri Cabang Thamrin di no. 009-007-7777 |
Tulis Komentar